usaha-makanan

Kota Jakarta yaitu kota yang miliki banyak kesempatan usaha. Salah nya ialah kesempatan usaha makanan dari usaha catering pernikahan.

Serta kesempatan usaha makanan yang satu ini berhasil di ambil oleh seseorang ibu muda yang tinggal di kota Jakarta bernama Asmara Dewi.

Asmara Dewi mengawali usaha catering pernikahan pada th. 2013. Cuma kurun waktu kurang dari 3 th., kesempatan usaha makanan yang semula ia lakukan cuma dengan modal pas-pasan beralih jadi satu usaha catering pernikahan dengan keuntungan yang besar.

Semuanya karena beberapa kiat pemasaran yang dikerjakan oleh Asmara Dewi, (pastinya dengan ijin Allah SWT), hal yang begitu tidak sering dikerjakan oleh entrepreneur baru terutama ibu muda. Semula kisahnya diawali pada pertengahan th. 2012 di mana Asmara, panggilan akrab beliau, sangat terpaksa mesti resign dari pekerjaannya lantaran kehamilannya punya masalah.

Ia mesti bed rest serta kondisi ini bikin dianya mengambil keputusan tidak untuk bekerja. Tetapi demikian si kecil berumur 8 bln., Asmara mulai terasa jemu. Ia perlu kesibukan baru yang dapat mengusir rasa bosannya. Terlebih dulunya ia telah punya kebiasaan bekerja dari pagi sampai sore.

Namun dengan statusnya sebagai ibu beranak satu ditambah dengan usianya yang telah tak dapat lagi disebut muda, perasaan kok tak gampang baginya untuk kembali pada bekerja kantoran. Pada akhirnya nampak inspirasi untuk tekuni kesempatan usaha makanan di sektor bisnis katering pernikahan.

Inspirasi usaha catering pernikahan ini ia peroleh sesudah dengan cara kebetulan, Asmara berjumpa dengan sepupunya yang bernama Edwin yang berprofesi sebagai seseorang juru masak. Serta saat itu Edwin juga barusan berhenti dari pekerjaannya karena restoran tempat di mana ia bekerja bangkrut.

Percakapan mereka berlanjut sampai pada akhirnya Asmara membulatkan tekad untuk coba mengambil kesempatan usaha makanan spesial di sektor bisnis catering pernikahan. Modal yang ia mengeluarkan pertama kalinya besarnya sekitar 20 juta rupiah. Anjuran serta dukungan dari sepupunya nyatanya dapat “menggugah” hatinya untuk terjun di usaha catering pernikahan.

Edwin juga menyarankannya untuk mengawali usaha katering pernikahan ini dari modal yang ada dahulu. Bila nanti tampak ada penambahan, barulah perlahan-lahan untuk perlahan-lahan modal usahanya ditambah. Nyatanya usul Edwin begitu pas. Di awal-awal usaha katering pernikahan ini jalan, pesanan yang di terima oleh Asmara begitu terbatas.

Usaha katering pesta pernikahan kepunyaannya cuma dapat memperoleh order pada 5-10 “hajatan” di setiap bulannya. Bekas omset yang ia hasilkan ia temui lewat cara melayani even-even kecil yang pesan nasi kotak darinya dengan jumlah tak kian lebih 300 jumlah. Itupun ia peroleh dari rekanan serta kenalannya sendiri.

Lihat penjualan usahanya yg tidak alami penambahan yang cukup penting, Asmara sadar kalau ia mesti membuat satu kiat marketing yang dapat mengangkat omsetnya. Langkah pertama yang Asmara kerjakan yaitu cetak liflet kecil yang ia sebarkan lewat agen koran.

Tiap-tiap koran yang terjual, Asmara memohon agen itu untuk menyelipkan selembar liflet yang diisi promosi kesempatan usaha makanannya. Ia berani membayar agen terserbut 30 ribu rupiah /hari. Dengan hal tersebut, dalam satu bulan, ia telah keluarkan kian lebih 1 juta rupiah untuk membayar layanan agen itu dan cetak liflet promosinya.

Satu keberanian yang tidak sering dikerjakan oleh pelaku bisnis pemula, ditambah lagi dia yaitu seseorang ibu muda yang belum miliki pengalaman serta ketrampilan dalam melakukan bisnis. Bukan sekedar itu. Asmara juga merajut hubungan kerja dengan sebagian wedding serta moment organizer untuk pasarkan usaha catering pernikahan kepunyaannya.

Ia juga jadikan sebagian kerabatnya jadi freelance marketing untuk usahanya. Serta dapat dibuktikan ke-2 inspirasi ini dapat tingkatkan omset “Asmara Catering” -nama usaha catering beliau- penting. Sebulan pertama dari 3 bln. tujuan Asmara mengaplikasikan taktik pemasaran ini, “Asmara Catering” telah dapat memperoleh omset sampai diatas 200 juta rupiah!!

Penambahan ini bikin Asmara serta Edwin mulai lihat kalau ada potensi yang besar dari kesempatan usaha makanan yang mereka bangun. Pada akhirnya mereka setuju untuk memberi kemampuan produksi serta meluaskan jangkauan service untuk memperlebar sayap usahanya.

Perlu Artikel Investasi & Usaha Menjanjikan? Mencari Di Sini :

Serta disinilah letak kehebatan Asmara. Makin besar bisnisnya, makin banyak bebrapa inspirasi marketing darinya. Langkah apa yang setelah itu ia kerjakan? Asmara memberi bonus honeymoon untuk bermalam sepanjang 2-4 hari di dua cottage terkenal di Jakarta bila ada customer yang menyewa jasanya. Satu di Anyer serta satu lagi di Puncak Pass. Inspirasi ini ia adopsi dari usaha katering pernikahan punya seniornya.

Seperti umum, inspirasi marketing berhasil meledakan omset usaha catering pernikahan Asmara serta Edwin. Dengan mengaplikasikan inspirasi ini, omset “Asmara Catering” dapat meraih 400 juta rupiah. Bahkan juga bila di musim pernikahan, mereka dapat memiliki omset sampai 600 juta rupiah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *